Dosen President University Berbicara Pentingnya Ketahanan Air di Center for Southeast Asian Studies (CSEAS)

0
369

JAKARTA, presidentpost.id – Prof. Anak Banyu Banyu Perwita, Ph.D., salah satu dosen Ilmu Hubungan Internasional President University diundang sebagai salah satu pembicara dalam sebuah workshop bertema “Sustainable Water Resource Management in Mekong River: Human Security and Regional Stability in Southeast Asia” dan bertempat di Hotel Borobudur, Jakarta (27/9). Workshop ini diselenggarakan oleh Center for Southeast Asian Studies (CSEAS) untuk membahas mengenai perkembangan terkini dari Pengelolaan Sumber Daya Air dan Keamanan Air di Sungai Mekong, dan implikasinya terhadap kestabilan global. Sebanyak 200 orang peserta dari negara-negara ASEAN, Australia dan Cina menghadiri acara ini.

Sungai Mekong, sungai induk di Asia Tenggara telah menghasilkan sekitar 4.000 KM sejarah panjang manusia yang mengalir dari Cina ke Myanmar, Thailand, Laos, Kamboja, dan Vietnam. Sungai ini telah menjadi sumber kehidupan karena menyediakan air, protein, serta sumber makanan pokok dan pertumbuhan ekonomi bagi hampir 70 juta orang yang tinggal di lembah sungainya.

Dalam presentasinya, Dosen President University tersebut menekankan pentingnya untuk memperkuat kerja sama regional di sungai Mekong agar dapat dengan serius mengurangi tingkat ketegangan dan konflik antar negara-bangsa yang berbagi perairan di dalam perbatasan mereka. Sementara, kegagalan untuk secara efektif mengelola sistem air di Sungai Mekong dapat menyebabkan situasi yang sangat krusial dalam hubungan antar negara di kawasan ini yang dapat menghambat stabilitas regional.

“Saat ini, air dilihat sebagai salah satu sumber daya strategis di dunia yang harus diamankan. Air melibatkan banyak dimensi dalam kehidupan manusia. Akibatnya, keamanan air sekarang muncul sebagai isu yang semakin penting dan vital bagi dunia dan Asia Tenggara pada khususnya,” ujar Prof. Banyu.(TPP)