Presiden Jokowi Puji Kerja Sama Pusat, Swasta, dan Daerah Saat Resmikan Tol Bawen-Salatiga

0
372
setkab.go.id

JAKARTA, presidentpost.id – Setelah dilakukan uji coba sejak 15 September lalu, Jalan Tol Semarang-Solo Seksi III : Bawen-Salatiga, Jawa Tengah, diresmikan penggunaannya oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Jalan tol Bawen-Salatiga merupakan bagian dari tol Semarang–Solo yang memiliki lajur dengan panjang  17.6 km, Senin (25/9) sore.

Dalam sambutannya Presiden Jokowi mengemukakan, tol Bawen–Salatiga ini dikerjakan oleh konsorsium BUMN, Jasa Marga, swasta Astra infra, dan kemudian Provinsi Jawa Tengah, Sarana Prasarana Jawa Tengah.

“Gabungan konsorsium itu mengerjakan bersama-sama, gabungan pemerintah daerah, pemerintah pusat, BUMN, swasta, semuanya gabung,” ujarnya.

Presiden meyakini, kalau kita bekerja di semua lokasi tol seperti Bawen-Salatiga itu akan cepat, pembiayaannya juga cepat, mengerjakan konstruksinya cepat, bayar pembebasannya juga cepat.

“Jangan kalah dengan negara-negara lain, kalau tetangga kita bisa, kita juga lebih dari bisa harusnya. Kita ini negara besar,” tutur Presiden.

Menurut Presiden Jokowi, biaya logistik kita untuk transportasi barang dari satu tempat ke tempat yang lain itu masih 2 – 2,5 kali lipat lebih mahal dari Singapura dan Malaysia. Sebabnya, karena jalan-jalan bebas hambatan seperti ini belum selesai.

Ia mengingatkan, kalau sudah harga, ada biaya transportasi, logistik itu artinya barang yang dibeli oleh masyarakat juga menjadi lebih mahal, larinya ke sana.

Untuk itu, Kepala Negara meminta kepada Lurah, Camat, Bupati, dan Wali kota yang hadir di acara tersebut agar menyampaikan hal ini kepada masyarakat, mengenai apa manfaat dari tol.

Soal modal membangun jalan tol, menurut Presiden Jokowi, sekarang scheme-nya banyak sekali. Jangan hanya tergantung pada pinjaman bank. Bisa berpartneran, bisa menjual obligasi, bisa limited consertion scheme. “Semuanya banyak sekali bisa dilakukan,” ujarnya.

Presiden juga mengingatkan Menteri BUMN, agar kalau bisa jangan senang memiliki. “Kalau barangnya sudah jadi, tolnya jadi, segera dijual, tapi tidak dijual langsung blek hilang, bukan,” tuturnya seraya menambahkan, dijual 20 tahun, dapat uang bangun lagi di tempat lain, jual lagi, bangun lagi di pulau yang lain. “Seperti itu. Negara yang lain juga seperti itu,” ujarnya.

Dengan demikian, tidak perlu memiliki tapi bisa memanfaatkan, tetapi tetap milik kita, karena barangnya jelas di situ, tetap milik pemerintah Republik Indonesia.

“Jangan dipikir kalau sudah dijual seperti itu, jual dalam konsesi dengan limit waktu yang sudah ditentukan, bisa dijual 10 tahun, bisa dijual 20 tahun,” tutur Presiden Jokowi seraya menambahkan, hal ini akan membuat kecepatan membangun di tempat lain bisa dimiliki.

“Inilah kerja- kerja yang terus kita lakukan, agar infrastruktur ini bisa cepat segera kita selesaikan,” tegas Presiden.

Tampak hadir dalam acara peresmian itu antara lain Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri BUMN Rini Soemarno, Seskab Pramono Anung, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Wali Kota Salatiga, dan Para Bupati serta lurah. (SETKAB/TPP)