Dosen President University Raih Penghargaan dari 2 Konferensi Internasional Dalam Sehari

0
263
President University

BANDUNG, presidentpost.id – Terdapat dua konferensi internasional yang digelar di Bandung. Salah satunya adalah International Conference on Innovation, Entrepreneurship, and Small Business (IICIES) oleh School of Business and Management Institute of Technology Bandung (SBM-ITB), sementara yang lainnya adalah the 2nd Indonesia Multidisciplinary Studies Research International Conference  (IMSRIC) oleh International Postgraduate Network (IPN) Malaysia, Kamis (7/9). Salah satu dosen dari Sekolah Bisnis di President University, Dr. Ir. B.M.A.S. Anaconda Bangkara, MT., MSM. (juga dikenal sebagai Dr. Ienjo), meraih penghargaan dari dua konferensi tersebut dalam sehari. Ia menerima Best Paper Award di IICIES dan Best Presenter Award di IMSRIC.

Di IICIES, ia mempresentasikan sebuah makalah berjudul “Cross Cultural Communication: Factors in Promoting Propensity to Share for Japanese MNC’s in Indonesia”. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor komunikasi lintas budaya bagi pribumi untuk mendukung kecenderungan berbagi dalam perusahaan gabungan Indonesia-Jepang yang beroperasi di Indonesia dalam hubungan menciptakan komunikasi yang efektif.

Diselenggarakan di Hotel Sheraton Bandung, konferensu ini dihadiri oleh Ridwan Kamil, Wali Kota Bandung, Dr. Jony Oktavian Haryanto, SE., MM., MA, Rektor President University, Prof. Michael Hitchcok, University of London, Dwilarso, Ph.D, Wakil Rektor Bidang Akademik President University, dan tamu-tamu terhormat lainnya.

President University

Sedangkan di IMSRIC, ia mempresentasikan sebuah paper berjudul “Study of Workplace Friendship Factors in Indonesia’s Perspective for Japanese MNC in Indonesia”. Ia melihat bahwa terlepas dari kesuksesan dan keuntungan dari adanya MNC, beberapa isu masih sering dihadapi sebagai hasil dari perbedaan budaya diantara anggota organasasi. Perbedaan ini, jika tidak ditangani dengan baik, akan mengganggu hubungan dalam lingkungan kerja yang juga akan mengganggu aktifitas sehari-hari dari organasasi tersebut.

Diselenggarakan di Ibis Hotel, Bandung, IMSRIC memberikan tempat bagi para peneliti, profesional, akademisi, dan industri untuk berbagi dan membuat forum terkini di bidang Bisnis, Seni, Ilmu Sosial, Sains, Teknik, Teknologi, serta area riset dan pengembangan yang relevan.

President University

Oleh karena itu, tujuan dari penelitiannya adalah untuk mengidentifikasi faktor dominan dari hubungan di lingkungan pekerjaan dari sudut pandang orang Indonesia untuk MNC dari Jepang yang beroperasi di Indonesia, dalam kasus ini di Kawasan Industri Jababeka, Bekasi.

“Melalui penelitian ini, saya ingin menemukan jembatan apa yang bisa membuat hubungan satu sama lain menjadi baik di dalam sebuah perusahaan Jepang terlepas dari perbedaan budaya. Saya menemukan dua cara untuk menghadapinya, yaitu dengan memanfaatkan kegiatan-kegiatan informal seperti perlombaan 17 Agustus, dan penggunaan bahasa informal bisa lebih mendekatkan hubungan diantara mereka” Jelas Ienjo.

Ini merupakan kali ketiga baginya untuk menjadi presenter di konferensi yang diadakan oleh IPN. Ia telah mempublikasikan dua jurnal yang terindeks SCOPUS, satu jurnal terindeks SCOPUS akan terbit, dan 5 jurnal prosiding.

“Makalah tersebut merupakan hasil penelitian saya selama empat tahun di sebuah perusahaan Jepang. Saya menemukan banyak hal yang bisa diteliti di sana, jadi saya memecahnya untuk membuat penelitian yang spesifik”, kata Ienjo.

Menurut Ienjo, untuk terus memproduksi karya ilmiah, mulailah berpikir bahwa menulis dan berbagi ide merupakan sebagian dari kegiatan sehari-hari. Ide yang tidak diceritakan tidak akan bermanfaat bagi orang lain.

“Saya pikir ide saya akan lebih baik jika yang lain mengetahuinya. Mereka juga bisa memodifikasi ide saya dengan ide mereka”, ungkap Ienjo. (PU/TPP)