Raih Posisi Terbesar Kedua, Gubernur Aher Apresiasi Pertumbuhan Ekonomi Syariah di Jawa Barat

0
353
halojabar.com

BANDUNG, presidentpost.id – Bank Indonesia menggelar Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Regional Jawa Barat.  Kegiatan yang digelar hari Rabu hingga Jumat (13-15 September 2017) ini dimaksudkan untuk memperkenalkan produk-produk syariah kepada masyarakat luas, dinilai .

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher), menilai kegiatan ini sebagai hal positif. “Kita menyambut baik festival ekonomi syariah ini, entu dengan semangat syariah sangat diperlukan masyarakat kita khususnya di Jawa Barat dan mudah-mudahan ini jadi spirit untuk berekonomi, berniagara, untuk berindustrialisasi berbasis syariah,” ujar Ahmd Heryawan dalam acara pembukaan di Pusat Dakwah Islam (Pusdai), Bandung, Rabu (13/09).

Aher sapaan akrab orang nomor satu di Jawa Barat ini berharap penyelenggaraan FESyar ini dapat menjadi spirit untuk meningkatkan ekonomi berbasis syariah, bukan saja di Jawa Barat, tapi juga di Indonesia.

jpp.go.id

Perkembangan ekonomi syariah di Jawa Barat sendiri diketahui sangat pesat. Saat ini ekonomi syariah Jabar hanya tertinggal dari DKI Jakarta sebagai pusat perekonomian nasional.

Menurut Aher, ekonomi syariah bukan sistem yang ekslusif bagi umat Islam saja tetapi merupakan sistem iklusif yang turut melibatkan semua lapisan masyarakat. Pasalnya, dalam sistem perekonomian ini mengandung unsur keadilan, kemaslahatan dan keseragaman dalam mengolah sumber daya perekonomian. Ekonomi syariah berlaku bagi semua pihak meskipun semangat awalnya berasal dari agama Islam.

“Karena apapun dalam perekonomian kita pada hari ini tetap sistem-sistem yang dikenal umum, yang nilainya universal itu tetap berlaku bagi semuanya,” ungkapnya.

Aher menuturkan seluruh masyarakat khususnya umat muslim harus bisa mengikuti perkembangan teknologi informasi dan komunikasi sehingga perekonomian syariah dapat terus berkembang seiring perkembangan dan kebutuhan manusia dari waktu ke waktu.

Dengan posisi Jawa Barat saat ini yang menempati posisi ke dua dalam perkembangan ekonomi syariah di Indonesia setelah DKI Jakarta, Aher menilai hal tersebut cukup menggembirakan.

Aher berharap peningkatan ekonomi syariah di Jawa Barat akan lebih besar lagi namun yang paling penting menurutnya hasil dari perekonomian tersebut dapat mensejahterakan rakyat.

“Mudah-mudahan peningkatannya kedepan bisa lebih besar yang penting dampaknya bermanfaat bagi ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” tutupnya.

Potensi ekonomi syariah, dinilai  Deputi Gubernur Bank Indonesia Rosmaya Hadi, sangat besar. Hal ini didukung pula oleh  sumber daya manusia yang cukup besar. Salah satunya adalah dengan banyaknya pesantren dan lembaga pendidikan Islam yang tersebar di beberapa wilayah termasuk di Jawa Barat.

Berdasarkan data Kementerian Agama RI dari 19.331 pesantren di indonesia. Sebanyak 9.067 pondok pesantren atau sekitar 47% berada di Jawa Barat. Hal ini menujukan bahwa wilayah Jabar berpotensi menjadi poros pemberdayaan ekonomi syariah.

Menurut Maya, sapaan akrab Rosmaya, jika jumlah pondok pesantren tersebut dioptimalkan, maka Jabar akan menjadi poros pemberdayaan ekonomi syariah.

“Jawa Barat merupakan provinsi dengan jumlah pesantren terbanyak di Indonesia, jika dioptimalkan maka Jabar berpotensi menjadi poros pemberdayaan ekonomi syariah,” kata Maya.

Berdasarkan hasil penelitian Bank Indonesia terdapat 54 pesantren yang memiliki lebih dari 500 santri. Hal ini juga menunjukan Jabar memiliki potensi yang bisa diandalkan sebagai lembaga ekonomi alternatif dalam pemberdayaan masyarakat.

“Ini sangat menunjang. Selain banyak pesantren juga memiliki masyarakat muslim yang banyak. Ini juga menjadi alasan Bank Indonesia melakukan Festival Ekonomi Syariah di Jawa Barat,” ucap Maya. (JPP/TPP)