Melalui Program Magang, Mahasiswa President University Dapat Pengalaman Parlementer yang Berharga

0
474
president.ac.id

JAKARTA, presidentpost.id – Christy Livie Riessa Wowiling, Mahasiswa Jurusan Hubungan Internasional angkatan 2014 President University adalah salah satu dari mahasiswa yang berkesempatan untuk memperoleh pengetahuan dan pengalaman di salah satu institusi pemerintah bergengsi yaitu Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). Ia memulai magangnya di MPR sejak 19 Mei 2017.

Banyak mahasiswa mungkin telah mengetahui pentingnya program magang untuk membangun keterampilan dalam bekerja dan mempersiapkan diri untuk memasuki dunia kerja. Ada banyak pilihan tempat bagi mahasiswa untuk mendapatkan magang sesuai dengan bidang mereka.

Perusahaan Multinasional, Institusi Pemerintah, dan Organisasi Non Pemerintah adalah salah satu dari tempat yang banyak diminati oleh mahasiswa untuk magang sebagaimana tempat tersebut menawarkan tidak hanya pengalaman magang tetapi juga prestige.

president.ac.id

Berawal dari rasa keingin tahuannya terhadap parlemen Indonesia, Christy berpikir pentingnya untuk belajar lebih dalam mengenai Indonesia, ideologinya, Pancasila, dan konstitusi dari pada terlalu fokus pada negara lain. Untuk mempersiapkan diri memasuki institusi ini, Ia melalukan riset kecil mengenai legislasi dan struktur dari parlemen.

“Bekerja disini sebagai pekerja magang tidak disangka sangatlah menyenangkan, menarik, dan penuh dengan ilmu. Saya ditempatkan di divisi yang urusan luar negeri, spesifiknya di “Ahli Bahasa & Delegasi” yang sangatlah bagus untuk saya karena hal itu relevan dengan jurusan saya”, Ungkap Christy.

Christy bepengalaman hadir dalam rapat paripurna yang merupakan agenda parlemen terbesar di Indonesia, Ia juga berkesempatan untuk bertemu dengan banyak orang di level tertinggi seperti President dan Wakilnya, para menteri, staff Dewan Perwalikan Rakyat, dan para petinggi partai. Bahkan Ia terlibat untuk mengusulkan penyambutan dan ikut dalam diskusi melalui telepon dengan departemen luar negeri lain, dua diantaranya adalah dengan politisi Rusia yang bernama Ilyas Umakhanov sebagai Wakil Ketua Dewan Federasi Rusia, dan baru ini dengan Partai Komunis Vietnam.

Ditanya mengenai nilai dan keterampilan yang Ia peroleh dari magang ini, Christy percaya bahwa hal kecil sangatlah penting, dan hal itu membuat perbedaan yang besar ketika tidak dapat dihargai.

“Ketika saya mengingat momen itu, ada banyak hal-hal kecil yang saya tidak tahu sebelumnya, dan perlemen ini mengajarkan saya banyak hal mengenai hal ini. Pada hari pertama, saya diberikan tugas yang saya rasa sangatlah mudah untuk dikerjakan dan hal itu tidak sesuai dengan ekspektasi saya. Tetapi saya salah. Hal lainnya mengenai pembelajaran saya, saya bisa mengetahui bahwa saya berkembang dengan sendirinya, cara saya berpikir, maju dalam cara pandang yang baru terhadap politik dunia, sosial, dan budaya Indonesia”, Jelas Christy.

Melalui program magang ini, Christy dapat pemahaman yang mendalam bahwa Republik Indonesia merupakan negara yang beragam yang mempunyai banyak pulau, suku atau etnis, bahasa, agama, dan lain lain. Hal itu merupakan sesuatu yang patut dihargai dan dihormati oleh rakyat Indonesia, dan menjunjung motto nasional “Bhineka Tunggal Ika”.

“Saat ini sangatlah sibuk, melelahkan, dan menantang. Tetapi hal ini patut untuk diperjuangkan”, Ungkap Christy. (PU/TPP)