Dubes Inggris Berikan Kuliah Terbuka di President University

0
447
president.ac.id

CIKARANG, presidentpost.id – President University menjamu Yang Terhormat Moazzam Malik, Duta Besar Inggris untuk Indonesia, ASEAN, dan Timor Leste dalam acara kuliah terbuka yang bertema “Hubungan Inggris-Indonesia Pasca Brexit” yang bertempat di Charles Himawan Auditorium (6/9).

Acara tersebut di hadiri oleh Teuku Rezasyah, Ph.D, Dekan Fakultas Humaniora President University, Hendra Manurung, S.IP, MA., Kepala Program Studi Hubungan Internasional President University, Dindin Dimyati, S.Sos.,M.M., Kepala Program Studi Komunikasi President University, Marissa Astika, B.Sc., MBA., Direktur Kerja Sama Luar Negeri President University, Dosen, dan sekitar 263 mahasiswa datang di acara ini. Acara ini merupakan seri dari kuliah umum dari para duta besar yang diselenggarakan oleh President University Major Association of International Relations satu bulan sekali.

Acara dibuka oleh sambutan dari Teuku Rezasyah dan dilanjutkan dengan kuliah utama dari Yang Terhormat Moazzam Malik. Ia melihat bahwa Indonesia merupakan sebuah negara dengan peran yang banyak di masa depan. Ia menyampaikan tiga area penting untuk membuka potensi Indonesia, yaitu Infrastruktur, Peraturan Ekonomi, dan Pendidikan.

president.ac.id

Menurutnya, untuk menghubungkan populasi yang besar dan tersebar di banyak pulau di Indonesia, diperlukan investasi pada insfrastruktur.

“Hal itu tidak bisa dilakukan hanya dengan mengandalkan dana pajak, Indonesia harus menarik investor swasta dan asing untuk turut mendanai ini. Inggris mempunyai sepak terjang yang panjang dalam hal kerja sama publik-swasta dan telah berinvestasi dalam ratusan proyek. Kolaborasi kerja sama publik antara Inggris dan Indonesia dapat membantu membawa contoh tersebut ke Indonesia”, Tutur Moazzam.

Selanjutnya, Malik mengatakan bahwa peraturan ekonomi di Indonesia juga perlu dibenahi untuk menunjang iklim bisnis, memfasilitasi terciptanya lapangan pekerjaan, investasi, dan juga progres Indonesia sebagai kekuatan ekonomi baru. Namun, terlepas dari berlimpahnya sumber daya alam yang dimiliki Indonesia, daya saing di abad 21 ini tergantung pada kualitas penidikan dan talenta yang dimiliki warga Indonesia.

president.ac.id

“Saya percaya bahwa kira dapat banyak bekerja bersama di area ini. Ada banyak universitas di Indonesia, President University adalah universitas yang masih muda yang dikenal dengan cepat, dan ada pula universitas yang lebih tua. Tetapi sampai saat ini tidak ada universitas di Indonesia yang masuk dalam daftar 400 universitas terbaik di dunia. Hal ini merupakan sebuah masalah ketika daya saing jangka panjang tergantung pada pendidikan dan itu adalah sebuah tantangan. Pendidikan merupakan salah satu area dimana Inggris unggul, jadi undagan kami kepada Indonesia adalah untuk mengirim orang-orang terbaik untuk belajar di universitas-universitas terbaik di dunia. Jumlah pelajar Indonesia di Inggris terus bertambah, dan Inggris pun menambah tiga kali lipat jumlah alokasi anggaran beasiswa untuk memfasilitasi lebih banyak pelajar Indonesia bersekolah di Inggris”, Jelas Moazzam.

Tahun lalu, Inggris memutuskan untuk keluar dari Uni Eropa dan dikenal sebagai Brexit. Pada dasarnya hal itu merupakan perdebatan yang sulit namun demokratis. Rakyat Inggris memutuskan hal tersebut dengan harapan untuk melihat masa depan yang lebih baik bagi Inggris diluar Uni Eropa, dan pada dasarnya merupakan keputusan politis, bukan ekonomis yang dengan kepeceryaan bahwa Inggris tidak seharusnya tenggelam dalam Uni Eropa, namun seharusnya mempunyai masa depan politik yang mandiri.

Jumlah mahasiswa yang bertanya menunjukan antuasisme yang tinggi dalam acara ini. Tedapat dua sesi tanya jawab dan dilanjutkan dengan sesi foto bersama yang kemudian menutup acara ini.

president.ac.id

“Yang terhormat Moazzam Malik sangat menginspirasi mahasiswa untuk memahami lebih jauh tentang keterlibatan Inggris yang proaktif di Indonesia, Timur Tengah, Asia Barat, dan Uni Eropa. Juga bagaimana diplomasi publik terlibat dalam masyarakat Indonesia melalui pertukaran budaya yang bermanfaat, perguruan tinggi, Bahasa Inggris, pluralisme berkelanjutan, dan masyarakat yang betoleransi. Ia juga menyebutkan bahwa President University dengan mahasiswanya bisa meraih kualitas sumber daya yang lebih tinggi melalui pendidikan yang lebih baik, pemikiran global, pantang menyerah, dan mengunjungi negara lain untuk mendapat pemahaman yang lebih baik mengenai keberagaman budaya dan keunikan masyarakatnya. Hal itu juga terkait dengan President University Nine Core Values (Passion, Responsibility, Entrepreneurial Spirit, Sincerity, Inclusiveness, Dedication, Excellence, Nationalism, and Trendsetter),” Ujar Hendra. (PU/TPP)