Stasiun Ronggowarsito Semarang, Permudah PLB Cikarang Dry Port Kirim Kapas ke Perusahaan TPT di Jateng

0
1905
Foto: Dok. Cikarang Dry Port

SEMARANG, presidentpost.id – Stasiun kereta peti kemas Ronggowarsito di Semarang telah beroperasi. Melalui kerja sama dengan salah satu operator kereta, Cikarang Dry Port (CDP) memanfaatkan stasiun peti kemas ini untuk melayani pengguna jasa di Semarang dan sekitarnya. Stasiun Ronggowarsito ini akan menjadi salah satu titik perhentian untuk relasi Jakarta – Cikarang Dry Port – Semarang – Surabaya.

Layanan kereta domestik tujuan Semarang ini semakin melengkapi layanan di Cikarang Dry Port. Selain untuk tujuan ekspor dan impor, CDP juga melayani distribusi domestik dengan kereta peti kemas tujuan Semarang dan Surabaya. Selain itu juga tersedia layanan multimoda domestik dengan kereta ke Surabaya, lalu dilanjutkan dengan angkutan laut ke berbagai daerah tujuan di Indonesia timur.

“Saat ini kami bekerjasama dengan 5 operator kereta dan telah berjalan untuk tujuan Tanjung Priok – Surabaya. Stasiun Ronggowarsito di Semarang ini akan menjadi tujuan baru untuk layanan kereta domestik kami. Ini peluang bagi kami untuk membuka pasar baru di daerah Semarang dan Jawa Tengah pada umumnya,” ujar Imam Wahyudi, General Manager Commercial PT Cikarang Inland Port pengelola CDP kepada The President Post, Selasa (20/6).

Imam menambahkan, dengan adanya gudang Pusat Logistik Berikat (PLB) untuk komoditas kapas di CDP, perusahaan tekstil dan produk tekstil (TPT) yang berada di Jawa Tengah dan Semarang sekarang dapat memanfaatkan layanan kereta peti kemas melalui Stasiun Ronggowarsito ini untuk pengiriman kapas dari PLB.

“Fasilitas PLB kapas ini sangat membantu para pengusaha TPT nasional untuk mendapatkan bahan baku kapas. Sebelumnya mereka harus mengimpor langsung dari negara produsen ataupun negara ketiga seperti Malaysia dan Singapura. Dengan adanya PLB ini, mereka dapat membeli kapas langsung dari gudang di Cikarang, akan lebih cepat tentunya dan jumlahnya dapat disesuaikan dengan kebutuhan,” ujar Imam.

“Tumbuhnya banyak stasiun peti kemas di sepanjang jalur kereta di pulau Jawa, tentunya akan memperlancar arus barang di pulau yang merupakan bagian terbesar dari kegiatan logistik di Indonesia tersebut. Diharapkan secara jangka panjang, dapat meningkatkan efisiensi kita di bidang logistik dan memperbaiki daya saing kita secara keseluruhan,” tutupnya.(RWS/TPP)