QLUE: Ini Dia 10 Besar Permasalahan Ibu Kota Jakarta yang Banyak Dilaporkan Warga Awal Tahun 2017

0
526

Jakarta, 4 April 2017 – Qlue merilis data quarter pertama tahun 2017 terkait laporan warga yang masuk lewat aplikasinya. Dari data tersebut diketahui 10 besar permasalahan yang paling banyak dilaporkan warga dalam tiga bulan pertama di tahun 2017, yaitu :

  1. Sampah
  2. Parkir Liar
  3. Iklan Liar
  4. Pelanggaran
  5. Fasilitas Umum
  6. Jalan Rusak
  7. Kaki Lima Liar
  8. Macet
  9. Penerangan Jalan Umum
  10. Banjir

Jakarta didukung oleh Aplikasi Qlue untuk mengaplikasikan sistem Smart City sehingga memungkinkan para petugas dinasnya merespon dan menindaklanjuti laporan warga yang masuk. Dengan solusi dashboard yang Qlue miliki, data laporan warga ini dapat terekam dan dapat dibandingkan langsung dengan tindaklanjut yang sudah dilakukan dinas terkait. Untuk quarter satu di tahun 2017 ini, didapatkan bahwa Jakarta telah berhasil menyelesaikan 94.8% laporan sampah, 87.1% laporan Iklan Liar, 83.3% laporan banjir, 71.3% laporan pelanggaran, 68%  laporan kemacetan, 66.7% laporan fasilitas umum, 66.6% laporan penerangan jalan, 59.6% laporan parkir liar, 59% laporan jalan rusak dan 44.3%  laporan kaki lima liar.

Selain data permasalahan dan persentase penyelesaiannya, dashboard milik Qlue dapat menunjukkan peringkat wilayah ataupun peringkat instansi terkait respon dan tindaklanjutnya terhadap laporan warga. Berikut ranking wilayah, ranking dinas dan staff, serta ranking instasi terkait kebutuhan warga yang dapat dilihat warga di dalam aplikasi Qlue.

Sedangkan, kategori swasta dengan review dan respon terbanyak di Qlue masih didominasi oleh isu/label menyoal listrik, telekomunikasi dan air.

Data laporan ranking ini diterima oleh pemerintah setiap 3 bulan sekali sebagai salah satu bahan evaluasi kinerja aparat pemerintah. Disamping itu, masyarakat juga dapat menilai kinerja aparat pemerintah yang pada akhirnya dapat menumbuhkan kepercayaan terhadap birokrasi di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

“Data yang kami rilis ini merupakan data yang didapatkan dari sistem Qlue sesuai dengan formula penilaian dari Jakarta Smart City. Kami merilis data ini secara rutin (3 bulan sekali) sebagai bentuk pertanggung jawaban kami kepada pemerintah provinsi DKI Jakarta yang bersedia mewujudkan keterbukaan dan transparansi kinerja. Selain itu, data ini juga ditujukan kepada masyarakat agar dapat memantau, mengawasi, dan menilai kinerja aparat pemerintah terkait pelayanan pemerintah kepada publik,” ungkap Ivan Tigana selaku Chief of Marketing and Sales QLUE Indonesia. “Harapannya, data ranking ini dapat dimaknai dengan baik oleh aparat pemerintah untuk meningkatkan pelayanan bagi warganya atau peningkatan pelayanan pihak swasta kepada pelanggannya. Lebih dari itu, data ranking ini juga dapat dimaknai positif oleh masyarakat luas bahwa satu laporan melalui Qlue bermakna untuk membawa perubahan positif bagi kota Jakarta”.

Dalam kesehariannya, publik dapat terus memantau perkembangan ranking pemerintah di DKI Jakarta dan swasta ini secara transparan dan real time di pilihan menu Ranking pada aplikasi Qlue. (Siaran Pers)