Segera Diresmikan, 12 Investor Gabung Kawasan Industri Kendal

0
1776
Kendal

PT Jababeka Tbk segera meresmikan Kawasan Industri Kendal (KIK) di Jawa Tengah 25 Agustus ini. Meski belum diresmikan, kawasan yang digarap bersama Sembawang Corporation (Sembcorp) Development Ltd dari Singapur ini ternyata sudah terjual 20 hektar.

Direktur KIK, Hyanto Wihadhi mengatakan, penjualan itu berasal dari transaksi dengan 12 perusahaan. Sebagian besar perusahaan tersebut merupakan perusahaan asing asal China, Jerman, Singapura, dan Amerika Serikat.

“Selain beberapa asing, ada juga investor asal Indonesia, namun di daftar kami tidak ada perusahaan Jepang,” jelas Hyanto ditemui di Kementerian Perindustrian, Senin (8/8).

Sektornya usahanya pun beragam, kata Hyanto. Mulai dari industri furnitur, suku cadang kendaraan, industri makanan, hingga tekstil. “Kalau dihitung kira-kira sebesar 12 hingga 20 hektar (yang sudah terjual),” lanjut Hyanto.

“Nilai transaksi penjualan dari 12 perusahaan itu senilai Rp1 triliun, salah satu perusahaan yang dijadwalkan akan masuk di Kendal adalah APP Timber asal Jerman yang bergerak di bidang industri kayu.”

“Kami jual dengan harga lahan yang bervariasi, antara Rp1,5 juta hingga Rp2 juta per meter persegi. Dengan harga yang kami anggap cukup bersaing, kami rasa bisa menarik lebih banyak tenant yang masuk ke Kendal,” tambahnya.

Hyanto berharap bisa membukukan transaksi hingga 25 perusahaan hingga akhir tahun ini atau 50 persen dari total 49 perusahaan yang sudah berkomunikasi dengan Kawasan Industri Kendal. “Rata-rata satu perusahaan mengambil lahan seluas 1 hektar” imbuhnya.

“Namun kami tidak bisa sebutkan angka luasan pastinya, karena ada perusahaan yang mengambil 3 hektare atau 0,5 hektar sehingga mungkin rata-rata setiap perusahaan bisa mencapai 1 hektar. Dengan angka itu, mungkin kira-kira kami bisa jual 24 hektar lagi di semester II,” tutupnya.