Target Pemeritah Mengurangi Defisit Anggaran Dibawah 2 Persen Dari PDB

0
555

137092_620

Pemerintah memiliki target mengurangi defisit dalam anggaran 2015 direvisi menjadi di bawah dua persen dari produk domestik bruto (PDB) setelah memiliki ruang fiskal dengan penyesuaian harga BBM dan pemotongan belanja. “Kita akan melihat perhitungan. Apa yang kita inginkan adalah untuk mendorong ke arah dua persen, “kata Menteri Keuangan, Bambang Brodjonegoro. Dia mencatat bahwa defisit anggaran bisa turun di bawah estimasi awal karena beberapa penghasilan tambahan dari berbagai upaya optimasi dan pemotongan pengeluaran yang tidak penting.

Pemerintah yakin bahwa akan mendapatkan dana tambahan dari konversi subsidi BBM untuk program produktif seperti pembangunan infrastruktur dan jaminan sosial dari sekitar Rp110 triliun menjadi Rp140 triliun.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo telah menetapkan target untuk mengurangi perjalanan dinas dan rapat pengeluaran sebesar Rp16 triliun dan meningkatkan penerimaan pajak hingga Rp600 triliun pada 2015. Pemerintah akan segera menyertakan penghasilan tambahan dalam rancangan APBN-P, yang akan diajukan di parlemen di Januari 2015.

Pemerintah sebelumnya telah menetapkan beberapa asumsi ekonomi makro untuk anggaran 2015 termasuk tingkat pertumbuhan ekonomi di 5,8 persen, inflasi 4,4 persen, nilai tukar rupiah di Rp11,900 terhadap dolar AS, dan tingkat tiga bulan obligasi negara pada 6,0 persen.

Asumsi untuk harga minyak mentah telah ditetapkan pada US$ 105 per barel, sedangkan asumsi untuk lifting minyak ditetapkan pada 900 ribu barel per hari dan gas di 1.248.000 barel setara minyak per hari. Berdasarkan asumsi, penerimaan negara ditetapkan pada Rp1,793.6 triliun, sementara belanja negara pada Rp2,039.5 triliun, sehingga menyisakan defisit anggaran Rp245.9 triliun atau 2,21 persen dari PDB.